Bagi jamaah haji dan umrah, thawaf merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan istimewa di Masjidil Haram. Setelah menyelesaikan tujuh putaran mengelilingi Ka’bah, terdapat amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan, yaitu shalat dua rakaat setelah thawaf. Ibadah ini menjadi bagian dari tuntunan Rasulullah ﷺ dan termasuk amalan yang menyempurnakan rangkaian thawaf.
Meskipun hukumnya sunnah, shalat dua rakaat setelah thawaf memiliki keutamaan besar karena merupakan ibadah yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ. Oleh sebab itu, setiap jamaah hendaknya memahami tata cara, keutamaan, dan adab pelaksanaannya agar ibadah yang dilakukan semakin sempurna dan bernilai di sisi Allah SWT.
Pengertian Shalat Dua Rakaat Setelah Thawaf
Shalat dua rakaat setelah thawaf adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah seseorang menyelesaikan thawaf, baik thawaf umrah, thawaf ifadah, thawaf qudum, maupun thawaf sunnah.
Shalat ini dilakukan sebagai bentuk penyempurna ibadah thawaf dan sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT. Para ulama menjelaskan bahwa shalat dua rakaat tersebut merupakan sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.
Dasar Syariat Shalat Setelah Thawaf
Anjuran melaksanakan shalat dua rakaat setelah thawaf berdasarkan firman Allah SWT:
“Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.”
(QS. Al-Baqarah: 125)
Setelah menyelesaikan thawaf, Rasulullah ﷺ mendatangi Maqam Ibrahim lalu melaksanakan shalat dua rakaat di belakangnya. Perbuatan beliau ini menjadi dasar bagi umat Islam untuk melaksanakan sunnah tersebut.
Keutamaan Shalat Dua Rakaat Setelah Thawaf
Menyempurnakan Ibadah Thawaf
Sebagaimana dzikir menyempurnakan shalat, demikian pula shalat dua rakaat menjadi pelengkap dan penyempurna thawaf yang telah dilakukan.
Mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ
Setiap amalan yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad ﷺ memiliki nilai ibadah yang besar. Melaksanakan shalat setelah thawaf merupakan bentuk kecintaan dan ketaatan kepada Rasulullah ﷺ.
Kesempatan Mendekatkan Diri kepada Allah
Setelah menyelesaikan thawaf, hati biasanya berada dalam kondisi yang lebih khusyuk. Shalat dua rakaat menjadi momen yang tepat untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menambah Pahala di Tanah Suci
Masjidil Haram merupakan tempat yang penuh keberkahan. Setiap ibadah yang dilakukan di sana memiliki keutamaan yang luar biasa dibandingkan dengan tempat lainnya.
Tata Cara Shalat Dua Rakaat Setelah Thawaf
Pelaksanaan shalat ini pada dasarnya sama seperti shalat sunnah dua rakaat lainnya.
Rakaat Pertama
- Niat shalat sunnah thawaf.
- Takbiratul ihram.
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun setelah Al-Fatihah.
- Menyempurnakan rukuk, sujud, dan gerakan lainnya.
Rakaat Kedua
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Dianjurkan membaca Surah Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah.
- Menyelesaikan rakaat kedua hingga salam.
Membaca Surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas merupakan sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ dalam shalat setelah thawaf.
Lokasi Pelaksanaan Shalat Thawaf
Di Belakang Maqam Ibrahim
Tempat yang paling utama untuk melaksanakan shalat thawaf adalah di belakang Maqam Ibrahim apabila memungkinkan.
Di Area Masjidil Haram
Jika kondisi sangat padat dan tidak memungkinkan shalat di dekat Maqam Ibrahim, jamaah dapat melaksanakan shalat di bagian mana pun dari Masjidil Haram.
Para ulama menegaskan bahwa yang terpenting adalah melaksanakan shalatnya, bukan harus tepat berada di belakang Maqam Ibrahim.
Adab Saat Melaksanakan Shalat Setelah Thawaf
Tidak Menghalangi Jalur Jamaah
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah shalat di area yang digunakan jamaah untuk thawaf sehingga mengganggu pergerakan mereka.
Islam mengajarkan agar setiap Muslim menjaga kenyamanan dan keselamatan sesama jamaah.
Menjaga Kekhusyukan
Shalat setelah thawaf merupakan kesempatan untuk bermunajat kepada Allah SWT. Oleh karena itu, hendaknya dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan ketenangan.
Tidak Berebut Tempat
Apabila area sekitar Maqam Ibrahim sangat padat, tidak perlu memaksakan diri. Jamaah dapat mencari tempat lain yang lebih aman dan nyaman.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Memaksakan Shalat Tepat di Belakang Maqam Ibrahim
Sebagian jamaah beranggapan bahwa shalat thawaf hanya sah jika dilakukan tepat di belakang Maqam Ibrahim. Padahal seluruh area Masjidil Haram dapat digunakan untuk melaksanakan shalat tersebut.
Mengganggu Arus Thawaf
Ada jamaah yang langsung shalat di jalur thawaf sehingga menghambat pergerakan ribuan orang yang sedang beribadah. Tindakan ini sebaiknya dihindari.
Terlalu Fokus pada Lokasi
Yang lebih utama adalah menjaga kekhusyukan dan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ daripada memaksakan lokasi tertentu hingga mengganggu orang lain.
Hikmah Shalat Dua Rakaat Setelah Thawaf
Shalat ini mengajarkan bahwa setiap ibadah hendaknya diakhiri dengan bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Setelah bergerak mengelilingi Ka’bah dalam thawaf, seorang Muslim kemudian berdiri menghadap kiblat untuk melaksanakan shalat sebagai bentuk penyempurnaan ibadahnya.
Perpaduan antara thawaf dan shalat menunjukkan kesempurnaan hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, yaitu melalui gerakan, doa, dzikir, dan ketundukan hati.
Penutup
Shalat dua rakaat setelah thawaf merupakan sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap jamaah haji dan umrah. Amalan ini menjadi penyempurna thawaf sekaligus bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Meskipun sederhana, shalat ini memiliki keutamaan yang besar karena dilakukan setelah salah satu ibadah paling mulia di Masjidil Haram. Dengan memahami tata cara, adab, dan hikmahnya, jamaah dapat melaksanakan shalat dua rakaat setelah thawaf dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan syariat.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, memudahkan langkah menuju Baitullah, dan menjadikan setiap thawaf serta shalat yang kita lakukan sebagai sebab datangnya rahmat, ampunan, dan keberkahan-Nya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.