Melontar Jumrah Aqabah merupakan salah satu wajib haji yang dilakukan pada 10 Dzulhijjah, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Ibadah ini melambangkan ketaatan dan perlawanan terhadap godaan setan.
Pengertian Jumrah Aqabah
Jumrah Aqabah adalah jumrah terbesar, terletak paling dekat dengan Kota Makkah. Melontarnya menjadi tanda awal dimulainya rangkaian ibadah di Mina.
Waktu Melontar Jumrah Aqabah
-
Waktu utama: Setelah terbit matahari pada 10 Dzulhijjah
-
Waktu boleh: Setelah tengah malam (bagi yang mendapat rukhsah)
-
Waktu akhir: Sebelum terbit fajar 11 Dzulhijjah
Jumlah dan Cara Melontar
-
Jumlah batu: 7 butir
-
Dilempar satu per satu
-
Setiap lemparan disertai takbir
Bacaan Takbir Saat Melontar
Bahasa Arab:
اللَّهُ أَكْبَرُ
Artinya:
“Allah Maha Besar.”
Tata Cara Melontar Jumrah Aqabah
-
Menghadap jumrah, dengan Mina di kanan dan Makkah di kiri (jika memungkinkan)
-
Melempar 7 batu satu per satu
-
Mengucapkan takbir setiap lemparan
-
Tidak berdoa lama setelahnya (berbeda dengan jumrah lain)
Makna Melontar Jumrah
-
Meneladani Nabi Ibrahim AS saat menolak godaan setan
-
Melatih keteguhan iman
-
Simbol membuang sifat buruk dan hawa nafsu
Kesalahan yang Perlu Dihindari
-
Melempar sekaligus
-
Melempar dengan batu terlalu besar
-
Tidak mengenai area jumrah
-
Berdesak-desakan berlebihan
Penutup
Melontar Jumrah Aqabah bukan sekadar melempar batu, tetapi pernyataan sikap untuk selalu taat kepada Allah dan menolak segala bisikan setan.