Mengunjungi Masjid Nabawi merupakan salah satu impian terbesar umat Islam di seluruh dunia. Masjid yang dibangun oleh Rasulullah ﷺ ini memiliki keutamaan yang sangat besar dan menjadi salah satu tempat paling mulia setelah Masjidil Haram. Setiap jamaah yang berkunjung ke Madinah tentu ingin memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh.
Di antara amalan sunnah yang sangat dianjurkan ketika memasuki Masjid Nabawi adalah melaksanakan Shalat Tahiyatul Masjid. Shalat ini merupakan bentuk penghormatan kepada rumah Allah SWT sebelum seseorang duduk atau melakukan aktivitas lainnya di dalam masjid.
Meskipun hanya terdiri dari dua rakaat, Shalat Tahiyatul Masjid memiliki makna yang mendalam karena mencerminkan adab seorang Muslim terhadap tempat ibadah yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Pengertian Shalat Tahiyatul Masjid
Secara bahasa, “Tahiyatul Masjid” berarti penghormatan kepada masjid.
Shalat Tahiyatul Masjid adalah shalat sunnah dua rakaat yang dianjurkan bagi seseorang yang memasuki masjid sebelum ia duduk.
Tujuan utama shalat ini adalah:
- Menghormati rumah Allah SWT.
- Mengawali keberadaan di masjid dengan ibadah.
- Mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ.
Shalat ini berlaku di seluruh masjid, termasuk Masjid Nabawi yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.
Dasar Sunnah Shalat Tahiyatul Masjid
Rasulullah ﷺ mengajarkan agar seseorang yang masuk ke masjid tidak langsung duduk sebelum melaksanakan shalat dua rakaat.
Hadis ini menjadi dasar utama anjuran Shalat Tahiyatul Masjid yang diamalkan oleh kaum Muslimin hingga saat ini.
Karena itu, ketika memasuki Masjid Nabawi, jamaah dianjurkan untuk segera mencari tempat yang memungkinkan dan melaksanakan dua rakaat Shalat Tahiyatul Masjid sebelum duduk.
Keutamaan Shalat Tahiyatul Masjid di Masjid Nabawi
Menghidupkan Sunnah Rasulullah ﷺ
Shalat Tahiyatul Masjid merupakan salah satu sunnah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ.
Melaksanakannya berarti mengikuti petunjuk dan teladan Nabi dalam menghormati rumah Allah SWT.
Mengawali Kunjungan dengan Ibadah
Banyak jamaah yang merasa haru ketika pertama kali memasuki Masjid Nabawi. Shalat Tahiyatul Masjid menjadi cara terbaik untuk mengawali kunjungan tersebut dengan ibadah dan rasa syukur.
Menyiapkan Hati untuk Beribadah
Dua rakaat yang dilakukan dengan khusyuk dapat membantu menenangkan hati dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah lainnya.
Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Sebagaimana shalat sunnah lainnya, Tahiyatul Masjid menjadi sarana untuk memperbanyak amal dan meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT.
Tata Cara Shalat Tahiyatul Masjid
Pelaksanaan Shalat Tahiyatul Masjid sangat sederhana.
Niat
Niat dilakukan di dalam hati untuk melaksanakan shalat sunnah Tahiyatul Masjid karena Allah SWT.
Dua Rakaat
Shalat dilakukan sebanyak dua rakaat sebagaimana shalat sunnah pada umumnya.
Membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Lainnya
Setelah membaca Al-Fatihah, jamaah dapat membaca surah apa saja yang dihafal.
Menyempurnakan Rukun dan Kekhusyukan
Shalat hendaknya dilakukan dengan tenang, khusyuk, dan penuh penghayatan.
Waktu Pelaksanaan
Shalat Tahiyatul Masjid dilakukan segera setelah memasuki masjid dan sebelum duduk.
Namun, apabila seseorang masuk pada waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat sunnah menurut sebagian pendapat ulama, maka hendaknya mengikuti panduan yang diyakini atau arahan pembimbing ibadah.
Dalam praktiknya, banyak jamaah tetap berusaha menjaga sunnah ini selama berada di Masjid Nabawi.
Shalat Tahiyatul Masjid di Raudhah
Banyak jamaah berharap dapat melaksanakan shalat di Raudhah karena tempat tersebut memiliki keutamaan yang sangat besar.
Jika mendapatkan kesempatan masuk ke Raudhah, seseorang dapat melaksanakan shalat sunnah, termasuk Tahiyatul Masjid apabila memang baru memasuki area masjid dan belum sempat melaksanakannya.
Namun, jamaah hendaknya tetap menjaga ketertiban dan tidak memaksakan diri karena area Raudhah sering dipadati pengunjung.
Adab Sebelum Shalat Tahiyatul Masjid
Memasuki Masjid dengan Kaki Kanan
Dianjurkan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid.
Menjaga Kesopanan
Masjid Nabawi adalah tempat yang sangat mulia sehingga adab berpakaian dan perilaku harus diperhatikan.
Menghadirkan Niat yang Ikhlas
Shalat dilakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT.
Tidak Mengganggu Jamaah Lain
Pilih tempat yang tidak menghalangi jalan atau mengganggu aktivitas jamaah lain.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Langsung Duduk Tanpa Shalat
Sebagian orang lupa melaksanakan Tahiyatul Masjid karena terlalu fokus pada suasana sekitar.
Tergesa-Gesa dalam Shalat
Kekhusyukan dan ketenangan lebih penting daripada sekadar menyelesaikan gerakan shalat dengan cepat.
Mengabaikan Adab Masjid
Menghormati rumah Allah SWT merupakan bagian dari kesempurnaan ibadah.
Berdesakan untuk Mendapat Tempat Tertentu
Shalat Tahiyatul Masjid dapat dilakukan di mana saja dalam area masjid yang memungkinkan.
Hikmah Shalat Tahiyatul Masjid
Shalat Tahiyatul Masjid mengandung banyak pelajaran berharga:
Menghormati Rumah Allah
Masjid bukan sekadar bangunan, tetapi tempat yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Mengutamakan Ibadah
Seorang Muslim diajarkan untuk memulai keberadaannya di masjid dengan ibadah, bukan dengan aktivitas lain.
Menumbuhkan Kekhusyukan
Shalat membantu mengarahkan hati kepada Allah SWT sejak awal memasuki masjid.
Menghidupkan Sunnah
Amalan ini menjadi bentuk nyata kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.
Keistimewaan Melaksanakannya di Masjid Nabawi
Bagi banyak jamaah, Shalat Tahiyatul Masjid di Masjid Nabawi menjadi pengalaman yang sangat berkesan.
Mereka menyadari bahwa:
- Mereka sedang berada di masjid yang dibangun Rasulullah ﷺ.
- Mereka mengikuti sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ.
- Mereka memulai kunjungan ke kota Madinah dengan ibadah.
Kesadaran tersebut sering menghadirkan rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam.
Penutup
Melaksanakan Shalat Tahiyatul Masjid di Masjid Nabawi merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim yang berkunjung ke Madinah. Meskipun hanya dua rakaat, amalan ini mencerminkan penghormatan kepada rumah Allah SWT sekaligus kecintaan kepada sunnah Rasulullah ﷺ.
Dengan melaksanakan Tahiyatul Masjid secara khusyuk dan penuh keikhlasan, seorang jamaah dapat mengawali kunjungannya ke Masjid Nabawi dengan cara yang penuh keberkahan. Amalan sederhana ini menjadi pintu pembuka untuk berbagai ibadah lainnya yang dilakukan selama berada di kota Rasulullah ﷺ.
Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk melaksanakan Shalat Tahiyatul Masjid di Masjid Nabawi, menerima seluruh amal ibadah kita, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa memuliakan rumah-rumah-Nya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.