Setelah selesai wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, jamaah haji bergerak menuju Muzdalifah. Di sinilah jamaah melaksanakan mabit (bermalam) serta mengumpulkan batu untuk melempar jumrah.
Pengertian Muzdalifah
Muzdalifah adalah sebuah kawasan suci yang terletak di antara Arafah dan Mina. Bermalam di Muzdalifah merupakan wajib haji, sehingga jika ditinggalkan tanpa uzur, jamaah wajib membayar dam.
Waktu Mabit di Muzdalifah
-
Mulai: Setelah meninggalkan Arafah (malam 10 Dzulhijjah)
-
Selesai: Setelah shalat Subuh hingga terang (isfar)
Minimal mabit adalah berada sesaat setelah tengah malam.
Amalan di Muzdalifah
1. Shalat Maghrib dan Isya
-
Dijama’ ta’khir
-
Dilaksanakan di Muzdalifah
-
Maghrib 3 rakaat, Isya 2 rakaat
2. Bermalam (Mabit)
-
Beristirahat sambil berdzikir
-
Memperbanyak doa dan istighfar
3. Mengumpulkan Batu Jumrah
-
Jumlah batu minimal 49 batu
(7 Aqabah, 21 hari tasyrik, cadangan) -
Ukuran batu sebesar biji kacang
-
Tidak harus dari Muzdalifah, tetapi lebih utama
Doa di Muzdalifah
Doa Saat Berada di Muzdalifah
Bahasa Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan tempat ini dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya.”
Dzikir Setelah Shalat Subuh
Bahasa Arab:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ
Keutamaan Muzdalifah
-
Tempat doa yang mustajab
-
Menjadi saksi kepatuhan jamaah haji
-
Mengajarkan kesederhanaan dan kebersamaan
Keringanan (Rukhsah)
-
Wanita, lansia, dan orang sakit boleh meninggalkan Muzdalifah lebih awal
-
Tetap dianggap sah tanpa dam
Penutup
Mabit di Muzdalifah mengajarkan kesabaran, kesederhanaan, dan kepasrahan total kepada Allah SWT. Dari sinilah jamaah bersiap menuju Mina untuk menyempurnakan rangkaian haji.