Dalil Tentang Mengusap Rukun Yamani

Dalil Tentang Mengusap Rukun Yamani

Sunnah mengusap Rukun Yamani memiliki dasar yang kuat dalam hadis-hadis Rasulullah ﷺ. Para sahabat meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ ketika thawaf hanya mengusap dua sudut Ka’bah, yaitu Hajar Aswad dan Rukun Yamani.

Dari Abdullah bin Umar رضي الله عنه, beliau berkata bahwa Rasulullah ﷺ tidak mengusap dari sudut-sudut Ka’bah kecuali Hajar Aswad dan Rukun Yamani.

Hadis ini menjadi landasan utama para ulama bahwa hanya dua sudut tersebut yang disunnahkan untuk disentuh saat thawaf. Adapun dua sudut lainnya, yaitu Rukun Iraqi dan Rukun Syami, tidak terdapat riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ mengusapnya.

Mengapa Hanya Rukun Yamani yang Diusap?

Para ulama menjelaskan bahwa Rukun Yamani dan Hajar Aswad merupakan bagian Ka’bah yang berada di atas fondasi asli yang dibangun oleh Nabi Ibrahim AS.

Sedangkan dua sudut lainnya mengalami perubahan ketika Ka’bah direnovasi oleh kaum Quraisy sebelum masa kenabian. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ secara khusus mengusap Rukun Yamani dan Hajar Aswad sebagai bentuk mengikuti bagian Ka’bah yang masih berada di atas pondasi asli.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa setiap sunnah Rasulullah ﷺ memiliki hikmah dan dasar yang kuat.

Keutamaan Mengusap Rukun Yamani

Meskipun tidak sepopuler Hajar Aswad, mengusap Rukun Yamani memiliki keutamaan yang besar karena termasuk amalan yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ.

Mendapatkan Pahala Sunnah

Setiap amalan yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ akan bernilai ibadah dan mendatangkan pahala dari Allah SWT.

Menumbuhkan Kecintaan kepada Sunnah

Ketika seorang Muslim berusaha mengamalkan sunnah-sunnah kecil sekalipun, hal tersebut menunjukkan kecintaannya kepada Rasulullah ﷺ dan keinginannya untuk mengikuti jejak beliau.

Menambah Kesempurnaan Thawaf

Mengusap Rukun Yamani termasuk bagian dari sunnah thawaf yang membuat ibadah semakin sempurna dan sesuai dengan tuntunan Nabi.

Adab Ketika Mengusap Rukun Yamani

Menjaga Ketenangan

Jamaah hendaknya tetap berjalan dengan tenang dan tidak terburu-buru ketika mendekati Rukun Yamani.

Tidak Mengganggu Jamaah Lain

Salah satu prinsip utama dalam ibadah di Masjidil Haram adalah menghormati sesama Muslim. Jangan sampai keinginan mengusap Rukun Yamani menyebabkan orang lain merasa terganggu.

Menjaga Kekhusyukan

Menyentuh Rukun Yamani bukanlah tujuan utama thawaf. Tujuan utamanya tetap beribadah kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, jamaah harus menjaga hati agar tetap fokus kepada dzikir dan doa.

Tidak Berlebih-lebihan

Islam melarang sikap ghuluw atau berlebihan dalam mengagungkan sesuatu. Mengusap Rukun Yamani dilakukan sebagai bentuk mengikuti sunnah, bukan karena meyakini adanya kekuatan khusus pada sudut tersebut.

Pelajaran Spiritual dari Rukun Yamani

Banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik dari sunnah mengusap Rukun Yamani.

Ketaatan Tanpa Syarat

Seorang Muslim melaksanakan sunnah ini karena Rasulullah ﷺ melakukannya. Sikap ini melatih jiwa untuk tunduk kepada syariat meskipun tidak selalu memahami seluruh hikmah di baliknya.

Menghargai Detail dalam Ibadah

Islam mengajarkan bahwa setiap detail ibadah memiliki nilai. Bahkan tindakan sederhana seperti mengusap Rukun Yamani dapat menjadi jalan meraih pahala apabila dilakukan dengan niat yang benar.

Menumbuhkan Kerendahan Hati

Saat berada di hadapan Ka’bah, manusia menyadari betapa kecil dirinya di hadapan Allah SWT. Kesadaran ini membantu menumbuhkan sifat tawadhu’ dan menjauhkan diri dari kesombongan.

Mengusap Rukun Yamani di Tengah Padatnya Jamaah

Pada musim haji dan Ramadan, area thawaf sering kali dipenuhi jutaan jamaah. Dalam kondisi seperti ini, para ulama menegaskan bahwa tidak perlu memaksakan diri untuk mengusap Rukun Yamani.

Jika dapat mengusapnya dengan mudah, maka hal tersebut termasuk sunnah yang baik. Namun apabila harus berdesakan atau menyakiti orang lain, maka lebih utama meninggalkannya.

Prinsip ini menunjukkan keindahan Islam yang selalu mengutamakan kemaslahatan dan menghindari mudarat.

Meneladani Akhlak Rasulullah ﷺ Saat Thawaf

Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajarkan tata cara thawaf, tetapi juga menunjukkan akhlak yang mulia selama beribadah. Beliau tidak menyakiti orang lain, tidak memaksakan diri, dan selalu menjaga ketenangan.

Oleh karena itu, jamaah yang ingin mengikuti sunnah Nabi secara sempurna hendaknya tidak hanya mengusap Rukun Yamani, tetapi juga meneladani akhlak beliau dalam bersikap kepada sesama jamaah.

Penutup Akhir

Mengusap Rukun Yamani merupakan salah satu sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam ibadah thawaf. Meskipun tampak sederhana, amalan ini mengandung pelajaran tentang ketaatan, kecintaan kepada Rasulullah ﷺ, dan penghormatan terhadap syiar-syiar Allah.

Sunnah ini mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya dinilai dari besarnya amalan, tetapi juga dari kesungguhan hati dalam mengikuti tuntunan Nabi Muhammad ﷺ. Dengan memahami adab, tata cara, dan hikmah yang terkandung di dalamnya, setiap jamaah dapat menjadikan thawaf sebagai pengalaman spiritual yang lebih bermakna.

Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk mengunjungi Baitullah, melaksanakan thawaf sesuai sunnah Rasulullah ﷺ, serta menerima seluruh amal ibadah kita dengan penuh rahmat dan ampunan-Nya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.