Makkah dan Madinah merupakan dua kota yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah dan kehidupan umat Islam. Bagi jamaah haji dan umroh, berada di kedua kota tersebut merupakan kesempatan berharga untuk memperbanyak ibadah, berdoa, berdzikir, membaca Al-Qur’an, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Namun, selain memahami tata cara ibadah, jamaah juga perlu memperhatikan adab saat berada di Makkah dan Madinah. Sikap dan perilaku selama berada di Tanah Suci menjadi bagian penting dari perjalanan spiritual.
Kementerian Agama menekankan beberapa aspek adab selama haji dan umroh, antara lain menjaga akhlak, menghormati sesama jamaah, mematuhi tata tertib, menjaga kebersihan dan kesucian tempat ibadah, memperbanyak dzikir dan doa, menghormati perbedaan mazhab, serta bersabar dan bertawakal.
Dengan memahami adab tersebut, jamaah diharapkan dapat menjalani ibadah dengan lebih tenang sekaligus menjaga kenyamanan orang lain.
1. Luruskan Niat untuk Beribadah
Adab pertama yang perlu diperhatikan adalah menjaga niat.
Tujuan utama datang ke Makkah dan Madinah adalah menjalankan ibadah karena Allah SWT. Oleh sebab itu, jamaah sebaiknya tidak menjadikan perjalanan tersebut hanya sebagai kesempatan untuk berwisata, berbelanja, atau membuat dokumentasi.
Niat yang baik akan membantu jamaah lebih fokus menjalankan ibadah.
Selama berada di Tanah Suci, manfaatkan waktu untuk:
- Salat.
- Membaca Al-Qur’an.
- Berdzikir.
- Berdoa.
- Mempelajari agama.
- Mengikuti kegiatan manasik.
- Membantu sesama jamaah.
2. Menjaga Akhlak dan Perkataan
Lingkungan Makkah dan Madinah dipenuhi jamaah dari berbagai negara.
Perbedaan bahasa, budaya, kebiasaan, dan karakter dapat ditemukan hampir setiap hari.
Karena itu, jamaah perlu menjaga ucapan dan perilaku.
Hindari:
- Berbicara kasar.
- Membentak.
- Menghina.
- Bertengkar.
- Membicarakan keburukan orang lain.
- Memancing perdebatan.
- Mengganggu jamaah lain.
Kesabaran merupakan salah satu bekal penting selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
3. Menghormati Jamaah dari Berbagai Negara
Jamaah yang berada di Makkah dan Madinah berasal dari berbagai penjuru dunia.
Tidak semua orang memiliki kebiasaan yang sama dengan jamaah Indonesia.
Jangan terburu-buru menganggap kebiasaan orang lain sebagai sesuatu yang buruk hanya karena berbeda.
Sikap saling menghormati akan membuat suasana ibadah lebih nyaman.
Kementerian Agama juga menekankan pentingnya menghormati sesama jamaah dan menghargai perbedaan dalam pelaksanaan ibadah.
4. Menghormati Perbedaan Mazhab
Dalam pelaksanaan ibadah, jamaah mungkin menemukan perbedaan dalam beberapa hal yang bersifat fikih.
Jangan menjadikan perbedaan tersebut sebagai alasan untuk berdebat.
Jamaah sebaiknya mengikuti tuntunan yang telah dipelajari dari pembimbing atau sumber keagamaan yang dipercaya.
Apabila menemukan praktik yang berbeda, sikap yang lebih baik adalah menghormati selama masih berada dalam ruang perbedaan yang dibenarkan oleh para ulama.
5. Menjaga Kebersihan
Kebersihan merupakan bagian penting dari kenyamanan beribadah.
Jangan membuang sampah sembarangan di jalan, hotel, kendaraan, maupun kawasan masjid.
Biasakan:
- Membuang sampah pada tempatnya.
- Menjaga kebersihan kamar hotel.
- Tidak meninggalkan sampah setelah makan.
- Menjaga fasilitas umum.
- Menjaga kebersihan perlengkapan pribadi.
Kemenag memasukkan menjaga kebersihan dan kesucian tempat ibadah sebagai bagian dari etika jamaah selama haji dan umroh.
6. Menjaga Ketenangan di Masjidil Haram
Ketika berada di Masjidil Haram, jamaah sebaiknya menjaga suasana tetap tenang dan tertib.
Hindari berbicara terlalu keras, bercanda berlebihan, atau melakukan aktivitas yang dapat mengganggu jamaah lain.
Gunakan waktu di masjid untuk kegiatan yang mendukung kekhusyukan, seperti:
- Salat.
- Membaca Al-Qur’an.
- Berdzikir.
- Berdoa.
- Merenungkan kebesaran Allah SWT.
Jamaah juga perlu mengikuti arahan petugas apabila terdapat pengaturan jalur atau area tertentu.
7. Menjaga Adab di Masjid Nabawi
Masjid Nabawi merupakan tempat yang sangat istimewa bagi umat Islam.
Ketika berada di Madinah, jamaah sebaiknya memperbanyak ibadah dan menjaga ketenangan di dalam masjid.
Tuntunan manasik Kemenag juga mencantumkan kegiatan ibadah di Masjid Nabawi, ziarah, serta pentingnya menjaga adab dan ketenangan selama berada di Madinah.
Hindari:
- Berbicara dengan suara keras.
- Berdesakan tanpa kebutuhan.
- Mengganggu jamaah lain.
- Membuang sampah.
- Mengambil foto secara berlebihan.
- Mengabaikan arahan petugas.
8. Jangan Memaksakan Diri Saat Beribadah
Keinginan memperbanyak ibadah merupakan sesuatu yang baik. Namun, jamaah tetap harus memperhatikan kondisi fisik.
Jangan memaksakan diri berjalan jauh atau mengikuti seluruh aktivitas jika tubuh sudah kelelahan.
Kemenag mengimbau jamaah, terutama lansia dan jamaah dengan kondisi tertentu, agar menjaga kesehatan dan tidak memaksakan aktivitas fisik.
Istirahat dengan cukup dapat membantu jamaah tetap memiliki tenaga untuk menjalankan ibadah berikutnya.
9. Tidak Berebut atau Mendorong Jamaah Lain
Kepadatan jamaah merupakan kondisi yang dapat ditemukan di sekitar tempat ibadah.
Ketika ingin berada di posisi tertentu, jangan sampai jamaah mendorong, menyerobot, atau membahayakan orang lain.
Kesempatan melakukan ibadah harus dijalankan dengan tetap memperhatikan keselamatan.
Jika kondisi terlalu padat, bersabarlah dan ikuti arahan petugas.
10. Tidak Memaksakan Diri Mencium Hajar Aswad
Hajar Aswad merupakan salah satu bagian Ka’bah yang ingin didekati banyak jamaah.
Namun, kondisi sekitar Hajar Aswad sering kali sangat padat.
Kemenag menjelaskan bahwa apabila jamaah tidak mampu menyentuh atau mencium Hajar Aswad secara langsung, terdapat alternatif sesuai tuntunan yang dapat dilakukan, sehingga jamaah tidak perlu memaksakan diri.
Jangan sampai keinginan mencium Hajar Aswad menyebabkan jamaah:
- Mendorong orang lain.
- Menyakiti jamaah.
- Membahayakan diri.
- Membuat kerumunan semakin tidak tertib.
Keselamatan dan adab kepada sesama jamaah tetap harus dijaga.
11. Mengikuti Aturan dan Arahan Petugas
Jamaah perlu memahami bahwa kawasan Makkah dan Madinah memiliki aturan yang harus dipatuhi.
Ikuti arahan petugas mengenai:
- Jalur masuk dan keluar.
- Area ibadah.
- Titik berkumpul.
- Transportasi.
- Waktu kunjungan.
- Ketentuan keamanan.
Tuntunan manasik Kemenag juga menekankan agar jamaah mengikuti pengarahan petugas dan menjaga ketertiban selama berada di Tanah Suci.
Mematuhi aturan bukan berarti mengurangi kebebasan beribadah. Justru hal tersebut membantu menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.
12. Tidak Membawa Barang Berlebihan
Ketika pergi ke masjid, bawalah barang yang benar-benar dibutuhkan.
Hindari membawa terlalu banyak barang berharga.
Kemenag pernah mengingatkan jamaah untuk tidak membawa perhiasan dan uang dalam jumlah besar ketika keluar hotel serta tetap membawa identitas yang diperlukan.
Tas kecil yang praktis biasanya lebih memudahkan jamaah bergerak di tengah keramaian.
13. Menjaga Barang Pribadi
Jamaah bertanggung jawab terhadap barang masing-masing.
Simpan dengan baik:
- Paspor atau dokumen penting.
- Uang.
- Ponsel.
- Kartu identitas.
- Kunci kamar.
- Barang elektronik.
Sebaiknya jangan meninggalkan barang tanpa pengawasan.
14. Jangan Mengambil Barang yang Tercecer
Apabila menemukan barang milik jamaah lain yang tercecer, jangan langsung mengambilnya untuk disimpan sendiri.
Kemenag pernah mengingatkan jamaah agar barang yang ditemukan dilaporkan kepada pihak yang berwenang.
Sikap tersebut merupakan bentuk kejujuran dan kepedulian kepada sesama jamaah.
15. Tidak Membentangkan Spanduk atau Bendera Kelompok
Jamaah sebaiknya tidak menggunakan kawasan masjid untuk menunjukkan identitas kelompok melalui spanduk, bendera, atau tanda-tanda tertentu.
Kemenag pernah mengingatkan bahwa otoritas Saudi melarang pembentangan spanduk dan bendera penanda kelompok di kawasan Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram.
Ikuti selalu ketentuan terbaru dari otoritas setempat dan pembimbing perjalanan.
16. Hindari Merokok di Area yang Dilarang
Jamaah harus memperhatikan larangan merokok di kawasan yang ditetapkan oleh otoritas setempat.
Selain mengganggu kenyamanan orang lain, pelanggaran terhadap aturan setempat dapat menimbulkan sanksi.
Kemenag juga mengingatkan jamaah mengenai larangan merokok di kawasan Masjid Nabawi.
17. Menjaga Adab Saat Ziarah di Madinah
Madinah memiliki berbagai tempat yang berkaitan dengan sejarah Islam.
Ketika mengikuti kegiatan ziarah, jamaah sebaiknya tetap menjaga sikap dan tidak menjadikan kegiatan tersebut sebagai perjalanan wisata biasa.
Perhatikan penjelasan pembimbing dan jaga ketertiban selama berada di lokasi.
Jangan merusak fasilitas, membuang sampah, atau melakukan tindakan yang mengganggu pengunjung lain.
18. Menjaga Adab Ketika Berziarah ke Makam Rasulullah SAW
Ketika berada di area makam Rasulullah SAW, jamaah perlu menjaga ketenangan dan mengikuti pengaturan yang berlaku.
Sampaikan salam sesuai tuntunan dan hindari tindakan yang mengganggu jamaah lain.
Jangan berteriak, berdesakan, atau memaksakan diri untuk berada di posisi tertentu.
Ikuti arahan petugas mengenai jalur dan waktu kunjungan.
19. Menjaga Ketertiban Saat Berada di Raudhah
Raudhah merupakan salah satu tempat yang sangat ingin dikunjungi jamaah ketika berada di Masjid Nabawi.
Karena banyak jamaah yang ingin masuk, pengaturan kunjungan dapat dilakukan secara terjadwal dan mengikuti ketentuan otoritas setempat.
Jamaah sebaiknya:
- Mengikuti jadwal yang ditentukan.
- Tidak menyerobot antrean.
- Tidak mendorong jamaah lain.
- Menjaga ketenangan.
- Tidak terlalu lama menggunakan tempat jika kondisi ramai.
- Mengikuti arahan petugas.
Tujuannya agar kesempatan beribadah dapat dirasakan dengan tertib.
20. Menjaga Adab Saat Berada di Hotel
Adab tidak hanya berlaku di masjid.
Di hotel, jamaah juga perlu menghormati jamaah lain.
Misalnya:
- Tidak membuat suara keras di lorong.
- Tidak mengganggu waktu istirahat.
- Menjaga kebersihan kamar.
- Tidak menggunakan fasilitas secara berlebihan.
- Menghormati teman sekamar.
Hal sederhana seperti ini dapat menciptakan suasana perjalanan yang nyaman bagi seluruh rombongan.
21. Bersikap Sopan kepada Petugas
Petugas memiliki tugas membantu jamaah dalam berbagai situasi.
Jika membutuhkan bantuan, sampaikan dengan sopan.
Jangan mudah marah ketika harus menunggu atau ketika petugas memberikan arahan yang berbeda dari keinginan pribadi.
Ingat bahwa petugas juga menghadapi kondisi yang padat dan penuh tekanan.
22. Menjaga Adab Saat Menggunakan Transportasi
Ketika menggunakan bus atau transportasi rombongan, jamaah perlu mengikuti aturan.
Hindari:
- Berebut tempat.
- Menyimpan barang di kursi orang lain.
- Berteriak.
- Menghalangi pintu.
- Terlambat menuju titik keberangkatan.
Datang lebih awal dan ikuti instruksi petugas agar perjalanan berjalan lancar.
23. Menjaga Kesabaran dalam Antrean
Antrean merupakan bagian yang mungkin ditemui selama perjalanan.
Daripada merasa kesal, jadikan waktu menunggu sebagai kesempatan untuk berdzikir atau berdoa.
Hindari menyerobot antrean karena ingin cepat.
Kesabaran dalam situasi sederhana seperti ini dapat menjadi latihan spiritual yang bermanfaat.
24. Tidak Berlebihan Mengambil Foto
Mengabadikan perjalanan boleh menjadi kenangan pribadi, tetapi jangan sampai mengganggu kekhusyukan ibadah.
Hindari:
- Berfoto ketika menghalangi jalan.
- Menggunakan tongkat selfie di tempat yang tidak diperbolehkan.
- Mengambil gambar orang lain tanpa memperhatikan privasi.
- Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk membuat konten.
Utamakan ibadah daripada dokumentasi.
25. Berpakaian dengan Sopan
Jamaah perlu mengenakan pakaian yang sopan dan sesuai ketentuan ketika berada di kawasan Tanah Suci.
Selain memperhatikan syariat, pakaian juga sebaiknya nyaman untuk aktivitas berjalan dan beribadah.
Bagi jamaah yang sedang ihram, pahami ketentuan khusus ihram sebelum melakukan perjalanan.
Kemenag memberikan panduan mengenai berbagai tuntunan dan larangan ihram yang perlu diketahui jamaah.
26. Menjaga Adab Ketika Sedang Ihram
Ketika telah berihram, jamaah harus memperhatikan larangan-larangan yang berlaku.
Di antaranya terdapat ketentuan mengenai penggunaan wewangian, memotong kuku, mencukur rambut, serta larangan tertentu lainnya.
Kemenag menjelaskan bahwa jamaah perlu memahami tuntunan dan larangan ihram sejak mengambil miqat hingga menyelesaikan rangkaian umroh.
Jika ragu mengenai suatu tindakan, tanyakan kepada pembimbing.
27. Tidak Berdebat Mengenai Masalah Ibadah
Perbedaan pemahaman dapat ditemukan di antara jamaah.
Namun, Tanah Suci bukan tempat untuk memperdebatkan perbedaan.
Jika terdapat persoalan mengenai tata cara ibadah, sebaiknya konsultasikan kepada pembimbing atau ustaz yang kompeten.
Jaga suasana tetap damai dan hindari perdebatan yang dapat mengganggu jamaah lain.
28. Membantu Jamaah yang Membutuhkan
Adab yang baik juga dapat diwujudkan dengan membantu sesama.
Jika melihat jamaah lansia, penyandang disabilitas, atau jamaah yang kebingungan, bantulah sesuai kemampuan.
Contohnya:
- Menunjukkan arah.
- Membantu membawa barang ringan.
- Memanggil petugas.
- Memberikan kesempatan jalan.
- Membantu mencari anggota rombongan.
Kebaikan kecil dapat memberikan manfaat besar bagi orang lain.
29. Jangan Menertawakan atau Menghakimi Jamaah Lain
Setiap jamaah memiliki kemampuan yang berbeda.
Ada yang cepat berjalan, ada yang lambat. Ada yang mudah memahami arahan, ada pula yang membutuhkan penjelasan berulang.
Jangan menertawakan jamaah yang melakukan kesalahan atau terlihat kebingungan.
Tunjukkan empati dan bantu jika memang mampu.
30. Menjaga Kesehatan sebagai Bagian dari Adab
Menjaga kesehatan juga penting agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan baik.
Perhatikan:
- Waktu tidur.
- Asupan makanan.
- Kebutuhan cairan.
- Kondisi tubuh.
- Waktu istirahat.
Kemenag mengimbau jamaah untuk menjaga nutrisi, makan dan istirahat teratur, serta membatasi aktivitas luar pemondokan jika kondisi tubuh membutuhkan.
Jangan merasa bersalah ketika harus beristirahat. Tubuh yang sehat membantu jamaah menjalankan ibadah dengan lebih baik.
31. Menjaga Adab Ketika Makan
Saat makan bersama rombongan atau di hotel, ambil makanan secukupnya.
Jangan mengambil berlebihan kemudian menyisakannya.
Selain menghindari pemborosan, kebiasaan tersebut juga menunjukkan kepedulian terhadap jamaah lain.
Jaga pula kebersihan meja dan tempat makan.
32. Menggunakan Waktu untuk Ibadah yang Bermanfaat
Makkah dan Madinah menawarkan kesempatan yang sangat berharga untuk meningkatkan ibadah.
Gunakan waktu luang untuk:
- Membaca Al-Qur’an.
- Berdzikir.
- Berdoa.
- Membaca buku manasik.
- Mengikuti kajian yang sesuai.
- Memperbanyak amal kebaikan.
Tidak perlu memaksakan diri melakukan aktivitas fisik sepanjang hari.
33. Menghindari Perbuatan yang Mengurangi Kekhusyukan
Jamaah perlu menghindari aktivitas yang membuat perhatian teralihkan dari ibadah.
Misalnya terlalu banyak:
- Bermain ponsel.
- Mengobrol.
- Berbelanja.
- Membuat konten.
- Berdebat.
- Mengikuti aktivitas yang tidak penting.
Atur penggunaan waktu agar perjalanan tetap memiliki fokus spiritual.
34. Menjaga Nama Baik Diri dan Rombongan
Ketika berada di luar negeri, jamaah membawa identitas sebagai Muslim sekaligus bagian dari rombongan.
Karena itu, perilaku yang baik akan memberikan kesan positif.
Tunjukkan sikap:
- Ramah.
- Sopan.
- Disiplin.
- Bersih.
- Tertib.
- Sabar.
- Menghargai orang lain.
35. Selalu Mengutamakan Keselamatan
Keselamatan harus menjadi pertimbangan dalam setiap aktivitas.
Jika kondisi terlalu padat atau berisiko, jangan memaksakan diri.
PPIH juga mengimbau jamaah untuk tidak beraktivitas sendirian dan mengupayakan tetap bersama rombongan atau teman, terutama ketika keluar dari hotel.
Bagi jamaah lansia, pendampingan menjadi semakin penting.
Perbedaan Adab di Makkah dan Madinah
Meskipun prinsip adab pada dasarnya sama, jamaah dapat menyesuaikan perhatian berdasarkan aktivitas di masing-masing kota.
| Makkah | Madinah |
|---|---|
| Memperhatikan adab di Masjidil Haram | Menjaga ketenangan di Masjid Nabawi |
| Mengikuti ketentuan thawaf dan umroh | Mengikuti aturan kunjungan Raudhah |
| Memperhatikan kondisi keramaian | Menjaga adab ketika ziarah |
| Mematuhi aturan kawasan Ka’bah | Menghormati kawasan makam Rasulullah SAW |
| Menjaga stamina selama aktivitas umroh | Mengatur waktu ibadah dan ziarah |
Keduanya sama-sama membutuhkan kesabaran, ketertiban, kebersihan, dan penghormatan kepada sesama jamaah.
Checklist Adab Jamaah di Makkah dan Madinah
Sebelum beraktivitas, jamaah dapat mengingat beberapa hal berikut:
- Meluruskan niat.
- Menjaga salat dan ibadah.
- Menjaga ucapan.
- Tidak mudah marah.
- Menghormati jamaah lain.
- Menghormati perbedaan.
- Menjaga kebersihan.
- Tidak membuang sampah sembarangan.
- Mengikuti arahan petugas.
- Tidak mendorong atau menyerobot.
- Menjaga barang pribadi.
- Tidak mengambil barang yang tercecer.
- Tidak membawa barang berlebihan.
- Tidak membentangkan spanduk atau bendera kelompok.
- Mematuhi aturan kawasan masjid.
- Menjaga ketenangan.
- Tidak memaksakan kondisi fisik.
- Tetap bersama rombongan jika memungkinkan.
- Mengutamakan ibadah daripada dokumentasi.
- Menjaga sikap selama di hotel dan transportasi.
Kesimpulan
Adab jamaah saat berada di Makkah dan Madinah merupakan bagian penting dari perjalanan haji dan umroh. Selain memahami tata cara ibadah, jamaah perlu menjaga akhlak, menghormati sesama, menjaga kebersihan, mematuhi aturan, serta mengutamakan keselamatan dan ketertiban.
Di tengah jutaan jamaah dari berbagai negara, kesabaran dan sikap saling menghormati sangat diperlukan. Jangan sampai keinginan memperoleh pengalaman ibadah tertentu membuat kita mengganggu atau membahayakan orang lain.
Kementerian Agama menekankan pentingnya menjaga niat, akhlak, kebersihan, ketertiban, menghormati perbedaan, memperbanyak dzikir dan doa, serta bersabar dan bertawakal selama berada di Tanah Suci.
Pada akhirnya, berada di Makkah dan Madinah bukan hanya tentang sebanyak apa aktivitas ibadah yang dilakukan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menjaga sikap dan akhlaknya.
Dengan menerapkan adab yang baik, jamaah dapat menjalani perjalanan haji dan umroh dengan lebih nyaman, tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Semoga pengalaman berada di Tanah Suci menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan membawa kebiasaan baik tersebut ketika kembali ke Indonesia.