Sebelum memasuki rangkaian manasik haji, jamaah perlu mempersiapkan diri bukan hanya secara fisik dan materi, tetapi juga secara spiritual dan niat. Niat yang lurus dan persiapan batin yang matang akan sangat menentukan kualitas ibadah haji yang dijalani.
Makna Niat dalam Ibadah Haji
Niat adalah inti dari setiap ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda:
Arab:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
Artinya:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam ibadah haji, niat menjadi tanda dimulainya ihram dan penentu jenis haji yang dikerjakan (Ifrad, Qiran, atau Tamattu’).
Niat Haji
Niat haji dilakukan di miqat sesuai jenis haji yang dipilih. Niat dilakukan dalam hati dan dianjurkan dilafalkan.
Lafal Niat Haji
Arab:
نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul ḥajja wa aḥramtu bihī lillāhi ta‘ālā
Artinya:
“Aku berniat haji dan berihram dengannya karena Allah Ta‘ala.”
Persiapan Spiritual Sebelum Berangkat Haji
1. Meluruskan Niat
Jamaah hendaknya meniatkan haji semata-mata karena Allah, bukan karena:
-
Gelar sosial
-
Pujian manusia
-
Status atau kebanggaan
2. Bertaubat dengan Sungguh-sungguh
Sebelum berangkat haji, jamaah dianjurkan:
-
Bertaubat dari dosa-dosa
-
Menyesali kesalahan masa lalu
-
Bertekad tidak mengulanginya
Doa Taubat
Arab:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Artinya:
“Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”
3. Menyelesaikan Hak Sesama Manusia
-
Melunasi hutang
-
Meminta maaf kepada keluarga dan tetangga
-
Menyelesaikan amanah yang tertunda
4. Memperbanyak Ilmu Manasik
Mengetahui tata cara haji adalah kewajiban agar ibadah dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
5. Membiasakan Diri dengan Ibadah
-
Shalat tepat waktu
-
Membaca Al-Qur’an
-
Dzikir dan doa
-
Bersedekah
Mental Seorang Jamaah Haji
Jamaah haji perlu menanamkan dalam diri:
-
Kesabaran
-
Keikhlasan
-
Toleransi
-
Kerendahan hati
Karena selama haji, jamaah akan bertemu jutaan manusia dari berbagai bangsa dan budaya.
Penutup
Niat yang ikhlas dan persiapan spiritual yang matang adalah kunci utama keberhasilan ibadah haji. Dengan niat yang lurus, jamaah akan lebih kuat menghadapi segala ujian dan tantangan selama di Tanah Suci.