Masjid Quba memiliki keistimewaan tersendiri dalam sejarah Islam. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun dalam Islam, bahkan pembangunannya dilakukan langsung oleh Rasulullah ﷺ ketika beliau hijrah dari Makkah ke Madinah. Oleh karena itu, beribadah di Masjid Quba memiliki keutamaan yang besar.
Sejarah Singkat Masjid Quba
Masjid Quba terletak di pinggiran Kota Madinah. Rasulullah ﷺ tinggal beberapa hari di daerah Quba sebelum memasuki Madinah dan membangun masjid ini bersama para sahabat. Allah SWT memuji Masjid Quba dalam Al-Qur’an sebagai masjid yang dibangun atas dasar ketakwaan.
Keutamaan Shalat di Masjid Quba
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ، ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءَ فَصَلَّى فِيهِ رَكْعَتَيْنِ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ
Artinya:
“Barang siapa bersuci (berwudhu) di rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba dan shalat dua rakaat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umroh.”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Hadits ini menunjukkan betapa besar pahala shalat dua rakaat di Masjid Quba.
Tata Cara Melaksanakan Shalat di Masjid Quba
Pelaksanaan shalat di Masjid Quba sama seperti shalat sunnah pada umumnya, yaitu:
-
Berwudhu terlebih dahulu dengan sempurna
-
Masuk masjid dengan membaca doa masuk masjid
-
Melaksanakan shalat sunnah dua rakaat dengan khusyuk
Shalat ini dapat diniatkan sebagai shalat sunnah mutlak atau shalat tahiyyatul masjid.
Adab Beribadah di Masjid Quba
Beberapa adab yang perlu diperhatikan jamaah umroh saat beribadah di Masjid Quba antara lain:
-
Menjaga kesopanan dan ketenangan
-
Tidak bercanda atau berbicara keras
-
Menjaga kebersihan masjid
-
Memperbanyak doa dan dzikir
Penutup
Shalat dua rakaat di Masjid Quba merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan saat berada di Madinah. Keutamaan pahalanya yang setara dengan umroh menunjukkan betapa besar nilai ibadah ini. Oleh karena itu, jamaah umroh hendaknya memanfaatkan kesempatan ini sebagai pelengkap ibadah selama berada di Tanah Suci.