Ibadah umroh bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga kesempatan untuk memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, salawat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, jamaah sebaiknya mempersiapkan doa dan dzikir sebelum berangkat agar dapat memanfaatkan waktu selama berada di Makkah dan Madinah dengan sebaik-baiknya.
Kementerian Agama menyediakan buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah sebagai salah satu bahan panduan bagi jamaah. Dalam tuntunan tersebut, doa dan dzikir menjadi bagian penting yang menyertai rangkaian perjalanan ibadah. (Kemenag Sulteng)
Namun, jamaah juga perlu memahami bahwa tidak semua aktivitas selama umroh memiliki bacaan khusus yang wajib dibaca. Dalam thawaf, misalnya, jamaah dapat berdzikir, berdoa, atau membaca Al-Qur’an dengan suara lirih selama tidak mengganggu jamaah lain. (Kemenag)
Pentingnya Memperbanyak Doa dan Dzikir Saat Umroh
Kesempatan berada di Tanah Suci merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Jamaah dapat memperbanyak:
- Istighfar.
- Tasbih.
- Tahmid.
- Takbir.
- Tahlil.
- Salawat.
- Membaca Al-Qur’an.
- Doa untuk diri sendiri.
- Doa untuk keluarga.
- Doa untuk kebaikan dunia dan akhirat.
Kementerian Agama juga menekankan pentingnya memperbanyak dzikir dan doa sebagai bagian dari pembinaan spiritual dalam ibadah haji dan umroh. (Kemenag Jateng)
1. Talbiyah Saat Menuju Makkah
Setelah berniat ihram untuk umroh, jamaah dianjurkan memperbanyak bacaan talbiyah selama perjalanan menuju Makkah.
Bacaan talbiyah yang masyhur adalah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيْكَ لَكَ
Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syariika lak.
Artinya:
“Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah. Aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.”
Kementerian Agama juga menjelaskan bahwa setelah mengucapkan niat umroh, jamaah dapat memperbanyak talbiyah selama perjalanan menuju Makkah. (Kemenag Jatim)
2. Dzikir Selama Perjalanan
Perjalanan menuju Makkah dapat menjadi waktu yang sangat baik untuk berdzikir.
Selain talbiyah, jamaah dapat membaca:
Subhanallah
“Mahasuci Allah.”
Alhamdulillah
“Segala puji bagi Allah.”
Allahu Akbar
“Allah Mahabesar.”
La ilaha illallah
“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.”
Bacaan tersebut dapat diamalkan sesuai kemampuan dan kekhusyukan jamaah.
3. Memperbanyak Istighfar
Istighfar merupakan salah satu dzikir yang mudah diamalkan kapan saja.
Jamaah dapat membaca:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ
Astaghfirullah.
Artinya:
“Aku memohon ampun kepada Allah.”
Jamaah juga dapat memperbanyak istighfar dengan bacaan yang lebih panjang.
Perjalanan umroh dapat dijadikan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memohon ampun atas kesalahan, serta bertekad memperbaiki kehidupan setelah kembali ke tanah air.
4. Doa Ketika Memasuki Masjidil Haram
Ketika memasuki masjid, jamaah dapat membaca doa masuk masjid yang umum diajarkan dalam tuntunan ibadah.
Salah satu bacaan yang dikenal adalah:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Allahummaftah li abwaba rahmatik.
Artinya:
“Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”
Jamaah dapat mengikuti doa yang diajarkan oleh pembimbing atau buku manasik yang digunakan dalam perjalanan.
5. Doa Saat Melihat Ka’bah
Ketika pertama kali melihat Ka’bah, banyak jamaah merasa sangat terharu.
Jamaah dapat memperbanyak doa kepada Allah SWT. Tidak perlu merasa harus menghafalkan doa panjang tertentu.
Berdoalah dengan penuh ketulusan dan mintalah kebaikan yang dibutuhkan.
Contohnya:
- Memohon ampunan.
- Memohon kesehatan.
- Memohon keteguhan iman.
- Memohon keberkahan rezeki.
- Memohon keselamatan keluarga.
- Memohon kehidupan yang diridai Allah SWT.
Yang terpenting adalah menjaga keyakinan bahwa doa ditujukan kepada Allah SWT.
6. Dzikir Saat Thawaf
Thawaf merupakan salah satu rangkaian utama dalam ibadah umroh.
Dalam tuntunan Kementerian Agama, selama thawaf jamaah disunahkan berdzikir, berdoa, atau membaca Al-Qur’an dengan suara lirih agar lebih khusyuk dan tidak mengganggu jamaah lain. (Kemenag)
Jamaah tidak harus menghafalkan doa berbeda untuk setiap putaran.
Yang dapat dilakukan antara lain:
- Membaca Al-Qur’an.
- Berdzikir.
- Membaca salawat.
- Beristighfar.
- Berdoa untuk keluarga.
- Berdoa untuk diri sendiri.
- Memohon kebaikan dunia dan akhirat.
7. Doa Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Salah satu doa yang memiliki tuntunan khusus adalah ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Jamaah dianjurkan membaca:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban-nar.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.”
Bacaan ini disebutkan dalam tuntunan manasik Kementerian Agama untuk perjalanan antara Rukun Yamani dan Rukun Aswad. (Kemenag)
8. Membaca Salawat
Jamaah juga dapat memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Salah satu bentuk yang dikenal adalah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli ‘ala Muhammad.
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada Muhammad.”
Salawat dapat dibaca dalam perjalanan, saat menunggu, setelah salat, maupun ketika beristirahat.
9. Dzikir Setelah Thawaf
Setelah menyelesaikan tujuh putaran thawaf, jamaah dapat melanjutkan dengan ibadah sesuai tuntunan manasik.
Jamaah dapat memperbanyak doa dan dzikir serta melaksanakan salat sunah thawaf sesuai tuntunan.
Kementerian Agama juga menyediakan materi khusus mengenai doa setelah selesai thawaf dalam rangkaian panduan doa dan dzikir manasik. (Kemenag Jatim)
10. Doa Saat Minum Air Zamzam
Setelah thawaf dan salat sunah, jamaah biasanya memiliki kesempatan minum air Zamzam.
Jamaah dapat berdoa kepada Allah SWT sesuai kebutuhan.
Tidak perlu merasa bahwa doa harus menggunakan bahasa Arab yang panjang. Jamaah dapat memohon dengan bahasa yang dipahami selama berdoa kepada Allah SWT.
Misalnya memohon:
“Ya Allah, berikanlah aku kesehatan, keberkahan, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan kehidupan yang Engkau ridai.”
11. Doa Saat Menuju Bukit Shafa
Ketika memulai sa’i dari Shafa, jamaah dapat mengikuti tuntunan dzikir dan doa yang diajarkan dalam manasik.
Kementerian Agama juga menyediakan panduan doa khusus untuk awal sa’i, doa pada putaran-putaran sa’i, doa di antara dua tanda hijau, serta doa setelah selesai sa’i. (Kemenag Jatim)
Jamaah sebaiknya mempelajari rangkaian tersebut sebelum keberangkatan agar lebih siap.
12. Dzikir Selama Sa’i
Sa’i dilakukan dengan berjalan antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh perjalanan.
Selama sa’i, jamaah dapat berdzikir dan berdoa.
Bacaan dapat disesuaikan dengan kemampuan.
Contohnya:
Subhanallah
Alhamdulillah
Allahu Akbar
La ilaha illallah
Astaghfirullah
Allahumma shalli ‘ala Muhammad
Jamaah juga dapat membaca doa pribadi.
13. Doa Saat Berada di Shafa dan Marwah
Ketika berada di Shafa atau Marwah, jamaah dapat memperbanyak dzikir dan doa.
Jangan terburu-buru hanya karena ingin segera menyelesaikan rangkaian sa’i.
Gunakan kesempatan tersebut untuk memohon:
- Ampunan.
- Rahmat Allah.
- Kesehatan.
- Keselamatan.
- Keteguhan iman.
- Kebaikan keluarga.
- Kemudahan urusan.
- Rezeki yang halal.
- Kebaikan dunia dan akhirat.
14. Dzikir Saat Berjalan di Antara Shafa dan Marwah
Ketika berjalan, jamaah dapat mengisi waktu dengan dzikir.
Hal ini sangat membantu agar pikiran tetap fokus pada ibadah.
Jika tubuh mulai lelah, jamaah tidak perlu memaksakan diri membaca doa panjang. Dzikir sederhana yang dilakukan dengan hati yang sadar dan khusyuk juga dapat menjadi bagian dari ibadah.
15. Doa Setelah Selesai Sa’i
Setelah menyelesaikan sa’i di Marwah, jamaah dapat melanjutkan rangkaian ibadah sesuai tuntunan.
Kementerian Agama menyediakan materi khusus mengenai doa setelah selesai sa’i di Bukit Marwah. (Kemenag Jatim)
Jamaah dapat memperbanyak doa dan bersyukur karena telah menyelesaikan salah satu rangkaian penting dalam ibadah umroh.
16. Dzikir Saat Tahallul
Tahallul menjadi penutup rangkaian ibadah umroh.
Ketika rambut dicukur atau dipendekkan, jamaah dapat memperbanyak doa dan dzikir.
Kementerian Agama juga mencantumkan doa saat menggunting rambut atau tahallul dalam materi doa dan dzikir manasik. (Kemenag Jatim)
Setelah rangkaian umroh selesai, jamaah dapat bersyukur kepada Allah SWT atas kemudahan yang diberikan.
17. Doa di Masjid Nabawi
Ketika berada di Madinah, jamaah dapat memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi.
Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain:
- Salat.
- Membaca Al-Qur’an.
- Berdzikir.
- Bersalawat.
- Berdoa.
- Beristighfar.
Kementerian Agama menekankan pentingnya memperbanyak dzikir dan doa serta menjaga adab selama menjalankan ibadah. (Kemenag Jateng)
18. Doa untuk Orang Tua
Umroh juga dapat menjadi kesempatan untuk mendoakan kedua orang tua.
Misalnya:
“Ya Allah, ampunilah kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sejak kecil, berikan kesehatan, keberkahan, dan tempatkan mereka dalam rahmat-Mu.”
Bagi orang tua yang telah meninggal dunia, jamaah dapat mendoakan ampunan dan rahmat Allah SWT bagi mereka.
19. Doa untuk Keluarga
Jamaah dapat menyiapkan daftar nama atau kebutuhan doa keluarga sebelum berangkat.
Misalnya:
- Kesehatan keluarga.
- Keharmonisan rumah tangga.
- Anak-anak yang saleh dan salehah.
- Kemudahan pendidikan.
- Kelancaran pekerjaan.
- Keberkahan rezeki.
- Perlindungan dari berbagai keburukan.
Dengan menyiapkan daftar tersebut, jamaah dapat lebih mudah mengingat orang-orang yang ingin didoakan.
20. Doa untuk Diri Sendiri
Jangan lupa mendoakan diri sendiri.
Jamaah dapat memohon agar diberikan:
- Keimanan yang kuat.
- Hati yang bersih.
- Akhlak yang baik.
- Kesehatan.
- Rezeki halal.
- Ilmu bermanfaat.
- Keselamatan.
- Ketenangan hidup.
- Kemudahan beribadah.
- Husnul khatimah.
21. Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat
Salah satu doa yang sangat baik untuk diamalkan adalah:
Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban-nar.
Doa ini mencakup permohonan kebaikan dunia dan akhirat sekaligus perlindungan dari azab neraka.
Bacaan ini juga secara khusus disebutkan dalam tuntunan thawaf pada perjalanan antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. (Kemenag)
22. Perbanyak Dzikir Ketika Menunggu
Selama umroh, jamaah mungkin memiliki waktu menunggu bus, menunggu anggota rombongan, atau menunggu jadwal kegiatan.
Daripada waktu tersebut dihabiskan hanya untuk bermain ponsel, jamaah dapat menggunakannya untuk:
- Membaca Al-Qur’an.
- Berdzikir.
- Membaca salawat.
- Beristighfar.
- Membaca buku manasik.
- Berdoa.
Dengan demikian, waktu perjalanan dapat menjadi lebih produktif secara spiritual.
23. Tidak Harus Menghafalkan Semua Doa
Jamaah pemula terkadang merasa khawatir karena tidak mampu menghafalkan banyak doa.
Padahal, jangan sampai kesibukan menghafalkan bacaan membuat ibadah menjadi terasa berat.
Kementerian Agama menyediakan buku doa dan zikir manasik sebagai bahan rujukan jamaah. (Kemenag Sulteng)
Jamaah dapat membawa atau menyimpan panduan tersebut di ponsel untuk dipelajari sebelum keberangkatan.
24. Doa dengan Bahasa yang Dipahami
Doa tidak selalu harus panjang dan menggunakan bahasa Arab.
Setelah membaca doa-doa yang memiliki tuntunan, jamaah juga dapat memanjatkan permohonan pribadi dengan bahasa yang dipahami.
Justru, menggunakan bahasa sendiri terkadang membantu jamaah menghayati permohonan yang disampaikan.
Yang terpenting adalah berdoa kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati dan keyakinan.
25. Hindari Mengganggu Jamaah Lain Saat Berdzikir
Dzikir dan doa sebaiknya dilakukan dengan tetap menjaga ketenangan.
Dalam tuntunan thawaf, Kementerian Agama menyebutkan agar dzikir dan doa dilakukan dengan suara lirih sehingga tidak mengganggu jamaah lain. (Kemenag)
Karena itu, hindari:
- Berteriak.
- Menggunakan pengeras suara pribadi.
- Membuat kerumunan.
- Menghalangi jalur jamaah.
- Berbicara keras ketika orang lain sedang beribadah.
Contoh Daftar Doa yang Bisa Disiapkan Sebelum Umroh
Jamaah dapat membuat daftar doa pribadi seperti berikut:
| Kebutuhan | Contoh Permohonan |
|---|---|
| Ampunan | Memohon ampun atas dosa dan kesalahan |
| Iman | Memohon keteguhan iman |
| Kesehatan | Memohon kesehatan dan kekuatan |
| Orang tua | Memohon kesehatan dan keberkahan bagi orang tua |
| Keluarga | Memohon perlindungan dan keharmonisan |
| Rezeki | Memohon rezeki halal dan berkah |
| Pekerjaan | Memohon kemudahan dan keberkahan pekerjaan |
| Anak | Memohon anak yang saleh dan salehah |
| Masa depan | Memohon kebaikan dunia dan akhirat |
| Akhirat | Memohon rahmat dan keselamatan di akhirat |
Tips Agar Lebih Mudah Mengamalkan Doa dan Dzikir
Agar tidak bingung selama berada di Tanah Suci, lakukan beberapa persiapan berikut:
1. Pelajari manasik sebelum berangkat
Jangan menunggu sampai tiba di Makkah untuk belajar semua bacaan.
2. Simpan panduan doa
Gunakan buku manasik atau sumber resmi sebagai rujukan.
3. Buat daftar doa pribadi
Tuliskan nama orang dan hal-hal yang ingin didoakan.
4. Hafalkan bacaan pendek
Mulailah dari bacaan yang mudah seperti istighfar, tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan salawat.
5. Jangan terlalu membebani diri
Utamakan kekhusyukan daripada jumlah bacaan.
6. Ikuti arahan pembimbing
Jika terdapat perbedaan praktik atau pertanyaan mengenai tata cara ibadah, tanyakan kepada pembimbing yang kompeten.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari
Ada beberapa kesalahan yang sering terjadi ketika jamaah mempersiapkan doa dan dzikir umroh:
- Menganggap semua putaran thawaf mempunyai doa khusus yang wajib.
- Menghafalkan doa tanpa memahami maknanya.
- Berdoa terlalu keras hingga mengganggu jamaah lain.
- Terlalu sibuk membaca buku hingga tidak memperhatikan keadaan sekitar.
- Memaksakan diri menghafalkan terlalu banyak bacaan.
- Mengikuti bacaan yang sumbernya tidak jelas.
- Menganggap doa hanya boleh menggunakan bahasa Arab.
- Lupa mendoakan kebaikan dunia dan akhirat.
- Mengabaikan adab ketika berdoa.
Ringkasan Doa dan Dzikir Selama Umroh
Berikut ringkasan yang dapat dijadikan catatan:
Sebelum dan selama perjalanan menuju Makkah:
- Niat umroh.
- Talbiyah.
- Istighfar.
- Dzikir.
Saat thawaf:
- Dzikir.
- Salawat.
- Istighfar.
- Membaca Al-Qur’an.
- Doa pribadi.
- Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Setelah thawaf:
- Salat sunah.
- Dzikir.
- Doa.
Saat sa’i:
- Dzikir.
- Doa di Shafa dan Marwah.
- Doa pribadi.
- Salawat.
Saat tahallul:
- Doa dan dzikir.
- Bersyukur kepada Allah SWT.
Selama berada di Madinah:
- Salat.
- Membaca Al-Qur’an.
- Dzikir.
- Salawat.
- Istighfar.
- Doa.
Kesimpulan
Doa dan dzikir yang dapat diamalkan selama umroh sangat beragam. Jamaah dapat memperbanyak talbiyah ketika menuju Makkah, berdzikir selama thawaf dan sa’i, membaca doa yang memiliki tuntunan, memperbanyak salawat, istighfar, serta memanjatkan doa pribadi untuk diri sendiri dan keluarga.
Hal terpenting adalah memahami bahwa tidak semua putaran thawaf atau sa’i mempunyai doa khusus yang wajib dibaca. Jamaah dapat berdzikir dan berdoa sesuai kemampuan selama tetap mengikuti tuntunan manasik.
Persiapkan beberapa doa sebelum keberangkatan, pahami artinya, dan jangan membebani diri dengan terlalu banyak hafalan. Kementerian Agama sendiri telah menyediakan panduan doa dan zikir manasik yang dapat dijadikan rujukan bagi jamaah. (Kemenag Sulteng)
Dengan persiapan yang baik, perjalanan umroh dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, mendekatkan hati kepada Allah SWT, serta membawa pulang kebiasaan baik yang terus diamalkan setelah kembali ke tanah air.