Umroh merupakan ibadah yang membutuhkan persiapan ilmu agar setiap rangkaiannya dapat dilakukan dengan tertib. Bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat ke Tanah Suci, memahami tata cara umroh dari awal hingga selesai sangat penting agar tidak merasa bingung ketika berada di lapangan.
Secara umum, rangkaian umroh meliputi persiapan sebelum ihram, menuju miqat, melakukan ihram dan niat, thawaf, sa’i, kemudian tahallul. Setiap tahapan memiliki ketentuan yang perlu diperhatikan.
Berikut panduan tata cara umroh secara berurutan yang dapat dipelajari sebelum keberangkatan.
1. Persiapkan Diri Sebelum Berangkat
Sebelum meninggalkan Indonesia, jamaah perlu mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual. Pastikan dokumen perjalanan, perlengkapan ibadah, obat pribadi, serta kebutuhan lainnya telah disiapkan.
Jamaah juga sebaiknya mengikuti manasik umroh yang disediakan oleh penyelenggara perjalanan. Manasik membantu jamaah memahami praktik ibadah, termasuk cara mengenakan ihram, niat, thawaf, sa’i, dan tahallul.
Selain persiapan teknis, luruskan niat dan perbanyak doa agar perjalanan diberikan kemudahan.
2. Menuju Miqat
Miqat merupakan batas yang telah ditentukan untuk memulai ihram bagi orang yang hendak melaksanakan haji atau umroh.
Lokasi miqat yang digunakan jamaah bergantung pada rute perjalanan. Karena itu, jamaah perlu mengetahui kapan harus bersiap mengenakan pakaian ihram dan melakukan niat.
Jika perjalanan dilakukan bersama travel, pembimbing biasanya akan memberikan informasi mengenai lokasi dan waktu persiapan ihram.
Jamaah hendaknya memperhatikan arahan pembimbing agar tidak melewati miqat tanpa melakukan ihram sesuai ketentuan.
3. Mandi dan Bersiap untuk Ihram
Sebelum memasuki keadaan ihram, jamaah dianjurkan membersihkan diri dan mempersiapkan perlengkapan.
Bagi laki-laki, pakaian ihram terdiri dari dua lembar kain yang digunakan sesuai ketentuan. Jamaah laki-laki juga perlu memperhatikan larangan menggunakan pakaian yang dijahit dalam pengertian pakaian yang membentuk anggota tubuh selama ihram.
Bagi perempuan, pakaian ihram berupa pakaian yang menutup aurat dan sesuai dengan ketentuan syariat. Tidak ada bentuk khusus seperti dua lembar kain ihram bagi laki-laki.
Jamaah juga perlu memperhatikan ketentuan mengenai wewangian. Penggunaan wewangian memiliki aturan khusus sebelum dan setelah memasuki ihram.
4. Melakukan Niat Umroh
Setelah sampai di miqat dan siap melaksanakan ibadah, jamaah melakukan niat umroh.
Niat merupakan bagian penting dalam memulai ibadah. Jamaah sebaiknya memahami makna niat dan mengikuti tuntunan yang telah dipelajari dalam manasik.
Setelah berniat, jamaah telah memasuki keadaan ihram dan harus memperhatikan berbagai larangan ihram.
5. Membaca Talbiyah
Setelah berniat, jamaah dianjurkan memperbanyak membaca talbiyah selama perjalanan menuju Masjidil Haram.
Talbiyah merupakan bentuk pemenuhan panggilan untuk beribadah kepada Allah SWT.
Jamaah dapat membaca talbiyah sesuai tuntunan yang telah dipelajari dan memperbanyak dzikir serta doa selama perjalanan.
6. Menjaga Larangan Ihram
Setelah memasuki ihram, jamaah harus menjaga diri dari berbagai larangan ihram.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain tidak memotong rambut atau kuku, tidak menggunakan wewangian setelah masuk ihram, serta menjaga diri dari larangan lainnya sesuai ketentuan fikih.
Ada pula ketentuan khusus bagi laki-laki dan perempuan. Oleh sebab itu, jamaah sebaiknya mempelajari larangan ihram secara lengkap sebelum keberangkatan.
Apabila terjadi pelanggaran atau jamaah ragu apakah suatu tindakan termasuk larangan ihram, sebaiknya segera bertanya kepada pembimbing.
7. Memasuki Masjidil Haram
Setelah tiba di Makkah, jamaah menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf.
Sebelum memasuki area masjid, jaga adab, kebersihan, dan ketertiban. Ikuti arahan pembimbing dan jangan memaksakan diri ketika kondisi sangat ramai.
Jamaah dapat memperbanyak doa dan dzikir selama berada di Masjidil Haram.
8. Melaksanakan Thawaf
Thawaf merupakan rangkaian penting dalam ibadah umroh. Jamaah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dengan tata cara yang telah ditentukan.
Secara umum, thawaf dilakukan dengan menjadikan Ka’bah berada di sebelah kiri jamaah dan bergerak mengelilinginya.
Jamaah perlu memperhatikan beberapa hal penting:
- Memulai thawaf dari arah Hajar Aswad sesuai kondisi dan arahan pembimbing.
- Menyelesaikan tujuh putaran.
- Menjaga ketertiban selama thawaf.
- Tidak menyakiti atau mendorong jamaah lain.
- Memperbanyak doa dan dzikir.
- Tidak memaksakan diri mendekati Hajar Aswad ketika kondisi sangat padat.
Tidak ada keharusan membaca doa tertentu untuk setiap putaran. Jamaah dapat berdoa dengan doa yang baik sesuai kemampuan.
9. Shalat Setelah Thawaf
Setelah menyelesaikan thawaf, jamaah dapat melaksanakan shalat sunnah thawaf sesuai kondisi dan kesempatan.
Jika area di belakang Maqam Ibrahim sangat ramai, jamaah tidak perlu memaksakan diri berada tepat di tempat tersebut. Utamakan keselamatan dan ikuti arahan petugas atau pembimbing.
Setelah itu, jamaah dapat melanjutkan rangkaian ibadah menuju sa’i.
10. Minum Air Zamzam
Setelah thawaf, jamaah dapat memanfaatkan kesempatan untuk minum air Zamzam apabila tersedia dan mengikuti aturan yang berlaku.
Jamaah dapat berdoa dan memohon kebaikan kepada Allah SWT.
Tetap perhatikan ketertiban dan jangan menghalangi jalur jamaah lain.
11. Menuju Bukit Safa
Setelah menyelesaikan rangkaian thawaf dan persiapan menuju sa’i, jamaah menuju area Safa.
Sa’i dilakukan antara Safa dan Marwah sebanyak tujuh perjalanan.
Sebelum memulai, jamaah sebaiknya memastikan kembali urutan dan cara menghitung perjalanan agar tidak mengalami kebingungan.
12. Melaksanakan Sa’i
Sa’i adalah berjalan antara Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan.
Perhitungannya dimulai dari Safa menuju Marwah sebagai perjalanan pertama, kemudian Marwah menuju Safa sebagai perjalanan kedua. Demikian seterusnya hingga perjalanan ketujuh berakhir di Marwah.
Jamaah dapat memperbanyak doa, dzikir, dan ibadah selama melakukan sa’i.
Untuk jamaah laki-laki, terdapat bagian tertentu di area sa’i yang dianjurkan untuk berjalan lebih cepat atau berlari kecil sesuai tuntunan. Jamaah perempuan tidak melakukan hal tersebut.
Jamaah yang memiliki keterbatasan fisik dapat mengikuti ketentuan dan fasilitas yang tersedia sesuai arahan pembimbing.
13. Berdoa Setelah Sa’i
Setelah menyelesaikan tujuh perjalanan dan sampai di Marwah, jamaah dapat memperbanyak doa dan dzikir.
Tidak perlu terburu-buru. Berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat apabila merasa lelah sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
14. Melaksanakan Tahallul
Tahallul merupakan tahap akhir dari rangkaian umroh. Tahallul dilakukan dengan mencukur atau memotong rambut sesuai ketentuan.
Bagi laki-laki, mencukur rambut hingga gundul memiliki keutamaan tersendiri, sementara memendekkan rambut juga diperbolehkan sesuai tuntunan.
Bagi perempuan, rambut dipotong sebagian sesuai ketentuan yang berlaku.
Setelah tahallul dilakukan sesuai ketentuan, jamaah keluar dari keadaan ihram.
15. Setelah Tahallul
Setelah menyelesaikan tahallul, rangkaian utama ibadah umroh telah selesai.
Jamaah kemudian dapat kembali ke hotel untuk beristirahat atau mengikuti agenda yang telah ditentukan oleh travel.
Meskipun rangkaian umroh telah selesai, jamaah tetap dianjurkan memperbanyak ibadah selama berada di Makkah dan Madinah.
Urutan Singkat Tata Cara Umroh
Agar lebih mudah diingat, berikut urutan sederhananya:
1. Persiapan → 2. Menuju miqat → 3. Ihram dan niat → 4. Talbiyah → 5. Menuju Masjidil Haram → 6. Thawaf → 7. Shalat sunnah setelah thawaf → 8. Menuju Safa → 9. Sa’i → 10. Tahallul → 11. Selesai.
Urutan tersebut merupakan gambaran umum. Rincian pelaksanaan perlu mengikuti tuntunan fikih yang digunakan serta arahan pembimbing ibadah.
Tips Agar Umroh Berjalan Lancar
Pelajari Manasik Sebelum Berangkat
Jangan hanya mengandalkan pembimbing ketika sudah berada di Tanah Suci. Pelajari rangkaian umroh sejak di Indonesia agar lebih memahami apa yang akan dilakukan.
Jangan Malu Bertanya
Jika tidak mengetahui suatu bacaan, posisi, atau tata cara, tanyakan kepada pembimbing. Bertanya akan membantu menghindari kesalahan karena ketidaktahuan.
Jaga Kondisi Fisik
Thawaf dan sa’i membutuhkan aktivitas berjalan. Istirahat yang cukup dan jangan memaksakan diri melakukan aktivitas tambahan ketika tubuh sudah lelah.
Utamakan Keselamatan
Kondisi Masjidil Haram dapat sangat ramai. Jangan memaksakan diri mencium Hajar Aswad atau melakukan amalan tertentu jika harus mendorong atau membahayakan jamaah lain.
Jangan Terlalu Fokus pada Dokumentasi
Mengabadikan momen selama umroh memang dapat menjadi kenangan, tetapi jangan sampai aktivitas mengambil foto atau video mengurangi kekhusyukan ibadah.
Ikuti Arahan Pembimbing
Jika berangkat bersama travel, ikuti jadwal dan arahan pembimbing. Hal ini sangat membantu, terutama bagi jamaah yang baru pertama kali melakukan umroh.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Jamaah Pemula
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dapat diminimalkan dengan persiapan yang baik.
Pertama, jamaah kurang memahami lokasi miqat sehingga terlambat mempersiapkan ihram dan niat.
Kedua, jamaah belum memahami cara menghitung putaran thawaf atau perjalanan sa’i.
Ketiga, jamaah terlalu memaksakan diri melakukan aktivitas fisik tambahan sehingga kelelahan.
Keempat, jamaah kurang memperhatikan larangan ihram.
Kelima, jamaah panik ketika terpisah dari rombongan.
Untuk menghindari hal tersebut, pahami materi manasik, simpan kontak pembimbing, kenali lokasi hotel, dan selalu menjaga ketenangan.
Penutup
Tata cara umroh dimulai dari persiapan sebelum ihram, menuju miqat, melakukan niat dan talbiyah, kemudian melaksanakan thawaf, sa’i, dan diakhiri dengan tahallul.
Bagi jamaah pemula, memahami setiap tahapan sejak sebelum keberangkatan akan membuat pelaksanaan ibadah terasa lebih terarah. Selain mempelajari teori, mengikuti manasik dan bertanya kepada pembimbing juga sangat dianjurkan.
Yang tidak kalah penting adalah menjaga kesehatan, kesabaran, ketertiban, dan adab selama berada di Tanah Suci. Dengan persiapan ilmu dan fisik yang baik, jamaah dapat menjalankan ibadah umroh dengan lebih tenang dan berusaha melaksanakannya sesuai tuntunan yang dipelajari.