Selama berada di Makkah dan Madinah, seorang jamaah memiliki kesempatan yang sangat berharga untuk memperbanyak amal ibadah. Di antara amalan yang paling mudah dilakukan namun memiliki keutamaan besar adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Shalawat dapat dibaca kapan saja dan di mana saja. Saat menunggu waktu shalat, berjalan menuju masjid, menanti kendaraan, atau ketika beristirahat di hotel, lisan dapat tetap basah dengan shalawat. Amalan ini tidak memerlukan tenaga yang besar, tetapi memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah SWT.
Banyak jamaah yang menjadikan shalawat sebagai teman perjalanan selama berada di tanah suci. Dengan demikian, waktu-waktu yang tersedia tidak terbuang sia-sia dan selalu diisi dengan amalan yang mendatangkan pahala.
Merasakan Kedekatan dengan Rasulullah ﷺ di Madinah
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi jamaah adalah ketika berada di Madinah. Kota yang menjadi tempat hijrah Rasulullah ﷺ ini menyimpan begitu banyak kenangan perjuangan Islam. Setiap sudut kota seolah mengingatkan umat Islam kepada akhlak, keteladanan, dan perjuangan Rasulullah ﷺ.
Ketika mengunjungi Masjid Nabawi, banyak jamaah memperbanyak shalawat sambil mengenang jasa besar Rasulullah ﷺ dalam menyampaikan risalah Islam. Hati menjadi lebih lembut dan rasa cinta kepada beliau semakin kuat.
Shalawat yang dibaca dengan penuh keikhlasan akan membantu seorang Muslim merasakan kedekatan spiritual dengan Rasulullah ﷺ, meskipun terpisah oleh rentang waktu yang sangat panjang.
Shalawat dan Ketenangan Jiwa
Salah satu manfaat yang sering dirasakan oleh jamaah yang memperbanyak shalawat adalah ketenangan hati. Kesibukan perjalanan, kepadatan jamaah, dan berbagai aktivitas selama berada di tanah suci terkadang dapat menimbulkan kelelahan fisik maupun mental.
Dalam kondisi tersebut, memperbanyak shalawat menjadi sarana untuk menenangkan jiwa. Lantunan shalawat yang dibaca dengan penuh penghayatan dapat menghadirkan rasa damai, mengurangi kegelisahan, dan memperkuat keyakinan kepada Allah SWT.
Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak shalawat ketika menghadapi kesulitan, kegundahan, atau saat membutuhkan ketenangan batin.
Mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ
Shalawat bukan sekadar bacaan yang diulang-ulang, tetapi juga pengingat untuk mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari. Semakin sering seseorang mengingat Rasulullah ﷺ melalui shalawat, semakin besar pula keinginannya untuk meneladani akhlak dan perilaku beliau.
Di tanah suci, jamaah dapat menjadikan shalawat sebagai momentum untuk memperbarui komitmen dalam menjalankan sunnah, seperti:
- Menjaga salat tepat waktu.
- Bersikap jujur dalam setiap urusan.
- Menghormati orang tua.
- Menebarkan salam.
- Menjaga silaturahmi.
- Membantu sesama yang membutuhkan.
- Bersikap sabar dan pemaaf.
Dengan demikian, shalawat tidak hanya berhenti pada ucapan lisan, tetapi juga tercermin dalam perbuatan sehari-hari.
Memperbanyak Shalawat Saat Berdoa
Salah satu adab berdoa yang diajarkan para ulama adalah mengawali dan mengakhiri doa dengan pujian kepada Allah SWT serta shalawat kepada Rasulullah ﷺ. Di Makkah dan Madinah, kesempatan berdoa terbuka sangat luas sehingga jamaah dianjurkan untuk memperhatikan adab tersebut.
Ketika berdoa di sekitar Ka’bah, setelah shalat di Masjidil Haram, atau saat berada di Masjid Nabawi, memperbanyak shalawat dapat menjadi bagian dari ikhtiar agar doa yang dipanjatkan semakin baik dan penuh keberkahan.
Selain memohon kebutuhan pribadi, jamaah juga dianjurkan untuk mendoakan kedua orang tua, keluarga, sahabat, dan seluruh kaum Muslimin di berbagai belahan dunia.
Menjadikan Shalawat sebagai Dzikir Harian
Kebiasaan memperbanyak shalawat selama di tanah suci sebaiknya tidak berhenti setelah perjalanan selesai. Justru salah satu keberhasilan ibadah haji dan umrah adalah ketika seseorang mampu mempertahankan amalan-amalan baik yang telah dibiasakan selama berada di Makkah dan Madinah.
Shalawat dapat dijadikan dzikir harian yang dibaca secara rutin setiap pagi dan petang. Bahkan hanya dengan meluangkan beberapa menit setiap hari untuk bershalawat, seorang Muslim dapat menjaga hubungannya dengan Rasulullah ﷺ dan memperoleh keberkahan dalam kehidupannya.
Hikmah Memperbanyak Shalawat di Makkah dan Madinah
Berikut beberapa hikmah yang dapat dirasakan oleh jamaah yang memperbanyak shalawat selama berada di tanah suci:
- Menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah ﷺ.
- Menambah semangat mengikuti sunnah beliau.
- Menenangkan hati dan pikiran.
- Menghidupkan waktu dengan amalan yang bermanfaat.
- Mendatangkan keberkahan dalam ibadah.
- Menguatkan hubungan spiritual dengan Allah SWT.
- Menjadi sebab memperoleh syafaat Rasulullah ﷺ dengan izin Allah SWT.
Penutup Lanjutan
Makkah dan Madinah adalah dua kota suci yang memiliki kedudukan istimewa dalam hati umat Islam. Di tempat yang penuh keberkahan ini, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Selain sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ, shalawat juga membawa banyak manfaat bagi kehidupan seorang Muslim, baik di dunia maupun di akhirat.
Oleh karena itu, setiap jamaah hendaknya memanfaatkan kesempatan berada di tanah suci untuk memperbanyak shalawat, menghidupkan lisan dengan dzikir, dan memperkuat tekad untuk mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa mencintai Rasulullah ﷺ, memperbanyak shalawat kepada beliau, dan mendapatkan syafaatnya pada hari kiamat. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.